Hobby Kita Mahal

Saya pribadi sependapat dengan apa yang Buya HAMKA sampaikan di atas. Begitu banyaknya dari kita yang sampai terbego-bego untuk memenuhi setiap hajat dari hobby kita. Mulai dari pemenuhan hasrat mendaki gunung di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan di salah satu dari 7 puncak gunung dunia yaitu gunung Jayawijaya (puncak Cartenz Pyramid), traveling ke seluruh pelosok Indonesia atau bahkan ke daerah yang belum terjamah hingga rela merogoh kocek berlebih untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang mendukung dari hobby jalan-jalan tersebut.

Apakah itu salah?? Tidak. Ini semua kembali ke pribadi orang yang mejalankan perilaku tersebut. Selama itu menjadi pemuasan hasrat pribadi dan berasal dari uang pribadi buat Saya tidak menjadi masalah. Justru yang menjadi masalah adalah perilaku sebagian orang yang akhirnya menjadi benar-benar ‘bodoh’ dengan memaksakan diri dari yang sebenarnya tidak mampu menjadi seolah-olah mampu untuk melakukan hal tersebut.

Sikap memaksakan diri ini yang akhirnya malah menyusahkan si empu nya perilaku tersebut. Alih-alih menjadi habit yang baik justru perilaku atau kebiasaan ini yang lambat laun akan membuat si empu nya perilaku tersebut menjadi sengsara. Ingin traveling tapi duit masih minjam sama teman, mau hiking bukan nya keluar uang pribadi malah berharap gratisan atau bahkan ingin memiliki beberapa peralatan / gears outdoor nya tapi dengan jalan hutang. Whaaaat??? Sikap inilah yang akhirnya malah membuat malu bagi orang yang melakukan nya.

‘Hayooo ngaku siapa yang sering berbuat begini??’ Ingat sahabat, kembali lah kepada jalan yang benar (hahaha). Jangan malah memaksakan kehendak agar dapat disebut keren, peralatan nya lengkap atau agar dapat dilabel sebagai pejalan hebat. Lebih baik hasrat hobby terpenuhi tapi tanpa membuat malu diri dihadapan orang lain. Banyak cara yang mungkin sahabat dapat lakukan diantaranya, bikin open trip ke daerah-daerah atau gunung-gunung yang sahabat pernah kunjungi, atau jadi guide dari travel tertentu yang biasa membawa tamu berkunjung ke tempat-tempat wisata. Naah lebih baik melakukan hal terhormat diatas dibanding Kita memaksakan kehendak untuk memenuhi. Hasrat pemenuhan Hobby tersampaikan dan uang pun Kita hasilkan dengan cara yang HALAL dan BAIK.